 |
Kerabat Devotees ....Ahlan Wasahlan Wa marhaban Bikum....
|
|
| Author |
Message |
asfawani_uitm
|
| Fri Jan 25, 2008 12:17 pm POHON NAN TUA |
|
|
TERSEBUTLAH kisah sebatang pohon nan rendang. Dahannnya rimbun dengan dedaunan, batangnya tinggi menjulang. Akarnya tampak menonjol keluar, menembus tanah hingga ke dalam. Pohon itu, tampak gagah dibandingkan pohon-pohon lain di sekitarnya. Burung-burung turut membuat sarang, mengeramkan telur dan bergantung hidup pada dahan-dahannya.
Pohon itu berasa senang punya teman buat mengisi hari-harinya nan panjang. Manusia yang berkelana pun bersyukur atas kewujudan pokok tersebut. Mereka kerap singgah, dan berteduh di bawah rendangnya pohon itu. Para pengembara itu sering duduk, dan membuka bekal makanan, di bawah naungan dahan-dahan.”Pohon yang sangat berguna,” begitu ujar mereka. Sang pohon sangat bangga dengan puji-pujian yang diberi.
Waktu terus berjalan. Sang pohon semakin tua dan saki=sakit. Daun-daunnya rontok, ranting-rantingnya mulai berjatuhan. Tubuhnya kurus dan pucat. Tidak ada lagi kegagahan yang dahulu dimilikinya. Burung-burung enggan bersarang di sana. Orang yang melewatinya tak lagi singgah menumpang teduh. “Ya Tuhan, mengapa begitu berat ujianMu? Aku perlukan teman. Tak ada lagi yang sudi mendekatiku. Mengapa Kau ambil semua yang pernah aku miliki?” begitu ratap sang pohon.
“Mengapa tak Kau tumbangkan sahaja tubuhku, agar aku tak perlu merasakan seksaan ini? Sang pohon terus menangis, membasahi terus tumbuhnya yang kering. Musim terus berganti namun keadaan belum mahu berubah. Sang pohon tetap kesepian. Batangnya tampak kering. Ratap dan tangis mengisi malam hening yang panjang. Hingga pada saat pagi menjelang.
“Cit...,citt”. Ah! Suara apa itu? Ada seekor anak burung yang baru menetas. Suara itu makin keras melengking. Ada lagi anak burung yang baru lahir. Lama kemudian riuhlah pohon itu atas kelahiran baru. Empat ekor kesemuanya. Keesokannya, bertebanganlah banyak burung ke pohon itu membuat sarang-sarang baru. Burung-burung itu berasa lebih hangat berada di dalam batang yang kering berbanding sebelumnya.
Sang pohon pun kembali bergembira. Dan ketika dilihatnya ke bawah, ada sebatang tunas baru yang muncul dekat akarnya. Rupa-rupanya air mata sang pohon tua itu telah membuahka bibit baru yang akan meneruskan pengabdiannya pada alam.
Moral cerita: Allah Taala memang selalu punya rencana-rencana rahsia buat kita. Dengan kuasa-Nya, Dia akan selalu memberikan jawapan-jawapan buat kita. Walaupun kadangkala penyelesaiannya tak selalu mudah ditelah, namun yakinilah, Dia tahu apa yang terbaik buat kita.
Ketika dititipkan-Nya cubaan buat kita, di saat itu diberikan kita kurnia yang melimpah. Ujian yang diberikan-Nya, bukanlah harga mati, bukanlah suatu hal yang tidak dapat disiasati. Saat Dia memberikan cubaan pada sang pohon, sebenarnya Dia sedang menunda memberikan kemuliaan-Nya. Dia tidak memilih menumbangkan kerana ada sebab-sebabnya yang hanya Dia sahaja Maha Mengetahui-Nya.
Dia sedang menguji kesabaran yang dimilikinya. Sahabat, yakinlah, walau apa pun yang kita hadapi, adalah bahagian dari rangkaian kemuliaan yang sedang dipersiapkan-Nya buat kita, selalunya yang terbaik buat kita. Jangan putusa asa, jangan lemah hati. Sesungguhnya Dia sentiasa bersama orang-orang yang sabar. |
|
|
|
farika
|
| Fri Jan 25, 2008 8:29 pm Re: POHON NAN TUA |
|
|
asfawani_uitm wrote: TERSEBUTLAH kisah sebatang pohon nan rendang. Dahannnya rimbun dengan dedaunan, batangnya tinggi menjulang. Akarnya tampak menonjol keluar, menembus tanah hingga ke dalam. Pohon itu, tampak gagah dibandingkan pohon-pohon lain di sekitarnya. Burung-burung turut membuat sarang, mengeramkan telur dan bergantung hidup pada dahan-dahannya.
Pohon itu berasa senang punya teman buat mengisi hari-harinya nan panjang. Manusia yang berkelana pun bersyukur atas kewujudan pokok tersebut. Mereka kerap singgah, dan berteduh di bawah rendangnya pohon itu. Para pengembara itu sering duduk, dan membuka bekal makanan, di bawah naungan dahan-dahan.”Pohon yang sangat berguna,” begitu ujar mereka. Sang pohon sangat bangga dengan puji-pujian yang diberi.
Waktu terus berjalan. Sang pohon semakin tua dan saki=sakit. Daun-daunnya rontok, ranting-rantingnya mulai berjatuhan. Tubuhnya kurus dan pucat. Tidak ada lagi kegagahan yang dahulu dimilikinya. Burung-burung enggan bersarang di sana. Orang yang melewatinya tak lagi singgah menumpang teduh. “Ya Tuhan, mengapa begitu berat ujianMu? Aku perlukan teman. Tak ada lagi yang sudi mendekatiku. Mengapa Kau ambil semua yang pernah aku miliki?” begitu ratap sang pohon.
“Mengapa tak Kau tumbangkan sahaja tubuhku, agar aku tak perlu merasakan seksaan ini? Sang pohon terus menangis, membasahi terus tumbuhnya yang kering. Musim terus berganti namun keadaan belum mahu berubah. Sang pohon tetap kesepian. Batangnya tampak kering. Ratap dan tangis mengisi malam hening yang panjang. Hingga pada saat pagi menjelang.
“Cit...,citt”. Ah! Suara apa itu? Ada seekor anak burung yang baru menetas. Suara itu makin keras melengking. Ada lagi anak burung yang baru lahir. Lama kemudian riuhlah pohon itu atas kelahiran baru. Empat ekor kesemuanya. Keesokannya, bertebanganlah banyak burung ke pohon itu membuat sarang-sarang baru. Burung-burung itu berasa lebih hangat berada di dalam batang yang kering berbanding sebelumnya.
Sang pohon pun kembali bergembira. Dan ketika dilihatnya ke bawah, ada sebatang tunas baru yang muncul dekat akarnya. Rupa-rupanya air mata sang pohon tua itu telah membuahka bibit baru yang akan meneruskan pengabdiannya pada alam.
Moral cerita: Allah Taala memang selalu punya rencana-rencana rahsia buat kita. Dengan kuasa-Nya, Dia akan selalu memberikan jawapan-jawapan buat kita. Walaupun kadangkala penyelesaiannya tak selalu mudah ditelah, namun yakinilah, Dia tahu apa yang terbaik buat kita.
Ketika dititipkan-Nya cubaan buat kita, di saat itu diberikan kita kurnia yang melimpah. Ujian yang diberikan-Nya, bukanlah harga mati, bukanlah suatu hal yang tidak dapat disiasati. Saat Dia memberikan cubaan pada sang pohon, sebenarnya Dia sedang menunda memberikan kemuliaan-Nya. Dia tidak memilih menumbangkan kerana ada sebab-sebabnya yang hanya Dia sahaja Maha Mengetahui-Nya.
Dia sedang menguji kesabaran yang dimilikinya. Sahabat, yakinlah, walau apa pun yang kita hadapi, adalah bahagian dari rangkaian kemuliaan yang sedang dipersiapkan-Nya buat kita, selalunya yang terbaik buat kita. Jangan putusa asa, jangan lemah hati. Sesungguhnya Dia sentiasa bersama orang-orang yang sabar.
setiap yg blaku pasti ade hikmahnye..... |
|
|
|
asfawani_uitm
|
| Sat Jan 26, 2008 6:55 pm Re: POHON NAN TUA |
|
|
setiap yg blaku pasti ade hikmahnye.....[/quote]
BETUL TU, ALLAH AKAN MENGUJI SETIAP HAMBANYA UNTUK MENGUKUR TAHAP KEIMANAN SESEORANG |
|
|
|
| |
|